Jumat, 08 Juni 2012

Gambaran Pengetahuan Keluarga Pasien TB Paru Tentang Penyakit TB Paru

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pembangunan bidang kesehatan adalah merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan guna mencapai tingkat kesejahteraan rakyat yang lebih baik dan merata. Pembangunan kesehatan dilakukan diseluruh wilayah Indonesia dimana sasarannya adalah masyarakat yang ada diperkotaan dan dipedesaan baik pembangunan sarana, prasarana dan program pelayanan kesehatan di masyarakat. Pelayanan kesehatan yang dilakukan salah satunya adalah pemberantasan penyakit menular yang sampai saat ini masih dihadapi masyarakat.


Di Indonesia penyakit menular masih merupakan masalah besar, hal ini erat hubungannya dengan masalah ekonomi, tingkat pengetahuan dan pendidikan tentang kesehatan, lingkungan serta perilaku atau kebiasaan hidup yang kurang sehat (Depkes RI, 1999). Salah satu penyakit yang masih menjadi masalah penting saat ini adalah tuberkulosis paru (TB paru), dimana menurut survey sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 2001, penyakit ini merupakan penyakit penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit infeksi saluran pernafasan pada semua golongan usia bahkan nomor satu dari golongan infeksi.

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 1999 secara kasar diperkirakan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 pasien baru (0,13%) TB paru basil tahan asam (BTA) positif dan cakupan yang ditargetkan sebesar 70% dari jumlah pasien baru (Depkes RI, 2001).

Penyakit paru dan saluran napas merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan, sekitar 30-40 persen penyakit dan penyebab kematian di Indonesia adalah penyakit paru dan saluran nafas dengan berbagai bentuk. Buku SEAMIC Health Statistic yang diterbitkan Maret 2001 menunjukkan bahwa setidaknya lima penyakit paru merupakan bagian dari 10 penyebab kematian utama di Indonesia, yaitu emfisema, asma, serta bagian dari neoplasma ganas (Media Indonesia, 29/11/05).

Lampung tergolong provinsi dengan jumlah pasien tuberkolosis atau TBC terbanyak di Sumatera. Dari 100.000 penduduk, diperkirakan 160 orang menderita penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tubercolosis ini. Di Lampung, jumlah pasien diperkirakan mencapai 1.200-an orang. Angka cakupan penemuan pasien mencapai 34,24 persen (Kompas, 27/12/05. Berdasarkan laporan bulanan RSUDAM Provinsi Lampung, tercatat jumlah pasien TB paru pada bulan Februari 2007 sebanyak 27 orang, bulan Maret sebanyak 20 orang dan bulan April sebanyak 31 orang (Laporan Bulanan RSUDAM, 2007).

Berdasarkan presurvey yang dilakukan peneliti pada tanggal 21-28 Maret 2007, didapatkan 15 pasien TB paru, dari hasil wawancara pada keluarganya, didapatkan 8 orang (53%) keluarga pasien TB paru mengatakan tidak tahu penyakit yang sedang dideritanya, mereka hanya tahu anggota keluarga yang sakit tersebut menderita batuk biasa, pertama kalinya mereka mengobati dengan obat batuk yang dibelinya di warung, sebanyak 5 anggota keluarga pasien TB paru (30%) mengatakan mereka tahu penyakit yang dideritanya tetapi mereka belum tahu cara pencegahan penyakit yang dialami oleh anggota keluarganya. Sebanyak 2 anggota keluarga pasien TB paru (17%) mengatakan tahu tentang penyakit TB paru.

Dari fenomena diatas, peneliti tertarik untuk meneliti “gambaran pengetahuan keluarga pasien TB paru tentang penyakit TB paru di Ruang ZZZ”.

1.2  Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
  1. Penyakit TB paru merupakan penyakit penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit infeksi saluran pernafasan pada semua golongan usia bahkan nomor satu dari golongan infeksi.
  2. Penyakit paru dan saluran napas merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia.
  3. Lampung tergolong provinsi dengan jumlah pasien tuberkolosis atau TBC terbanyak di Sumatera. Dari 100.000 penduduk, diperkirakan 160 orang menderita penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tubercolosis ini.
  4. Sebanyak 8 orang (53%) keluarga pasien TB paru mengatakan tidak tahu penyakit yang sedang dideritanya, mereka hanya tahu anggota keluarga yang sakit tersebut menderita batuk biasa, pertama kalinya mereka mengobati dengan obat batuk yang dibelinya di warung.
  5. Sebanyak 5 anggota keluarga pasien TB paru (30%) mengatakan mereka tahu penyakit yang dideritanya tetapi mereka belum tahu cara pencegahan penyakit yang dialami oleh anggota keluarganya

1.3  Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, dapat dirumuskan masalah, bagaimana gambaran pengetahuan keluarga pasien TB paru tentang penyakit TB paru di Ruang ZZZ Bandar Lampung?

1.4  Tujuan Penelitian
1.4.1        Tujuan Umum
Mengetahui gambaran pengetahuan keluarga pasien TB paru tentang penyakit TB parudi Ruang ZZZ Bandar Lampung.
1.4.2        Tujuan Khusus
Mengetahui pengetahuan keluarga pasien TB paru tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab, perjalanan dan pengobatan penyakit TB paru di Ruang ZZZ.

1.5  Manfaat Penelitian
Setelah penelitian ini dilakukan, diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

1.5.1        Bagi Ruang ZZZ.
Sebagai masukan bagi Ruang Melati untuk dapat memberikan penyuluhan tentang penyakit TB paru terutama cara pencegahan dan penularan penyakit TB paru.

1.5.2        Bagi Pasien dan Keluarga Pasien TB Paru
Agar dapat mengetahui dan memahami penyakit TB paru sehingga bila ada kekambuhan penyakit TB paru diharapkan mereka mengetahui cara penatalaksanaannya.
1.5.3        Bagi Institusi Pendidikan
Merupakan bahan bacaan dan perbandingan bagi peneliti untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas.
1.5.4        Bagi Peneliti
Sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan dalam rangka riset keperawatan. 

 Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg