Rabu, 30 Mei 2012

Persepsi Ibu Balita Tentang Posyandu dan Pemanfaatannya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Paradigma sehat merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Banyak kendala yang harus dihadapi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat (Andra dalam  http://www.depkes.go.id/ baca.php?id=1605, 15 Maret 2009).


Derajat kesehatan balita sangat penting untuk dipantau, karena bertujuan untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, kecukupan gizi, dan memperhatikan kebersihan dan keselamatan balita. Kegiatan memantau  kesehatan balita disamping meliputi serangkaian kegiatan terprogram seperti imunisasi, juga memerlukan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan balita. Kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan balita sangat penting karena balita sangat rentan terhadap penyakit. Memantau kesehatan balita secara terprogram sangat penting untuk mengantisipasi berbagai kondisi kesehatan dan pertumbuhan yang tidak diinginkan (Budi, 2008).

Upaya pencegahan yang terprogram dengan baik atas berbagai penyakit yang mungkin diderita balita juga perlu dilakukan pada masa pemantauan kesehatan. Imunisasi yang telah dilakukan secara terprogram telah banyak terbukti mampu mencegah berbagai kemungkinan terjangkitnya balita oleh berbagai penyakit yang serius dan amat berbahaya bagi kelangsungan hidupnya (Budi, 2008).

Kegiatan di posyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, yang dilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari puskesmas mengenai pelayanan kesehatan dasar (Effendy, 1998).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2003 Indonesia menduduki urutan ke-112 dari 174 negara dan hal ini tentunya erat hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Indonesia 153.681 bayi mati setiap tahun. Itu berarti setiap harinya ada 421 orang bayi yang mati sama dengan 2 orang bayi mati setiap menit. 54% penyebab kematian bayi adalah latar belakang gizi. Kita bisa melihat data selanjutnya pada kondisi Indonesia saat ini: 27,3% balita Indonesia gizi kurang, 8% dari mereka gizi buruk, 50% balita Indonesia kekurangan vitamin A, 48,1% balita anemia gizi, 36% anak Indonesia tergolong pendek, 11,1% anak sekolah menderita gondok akibat kekurangan yodium, 50% ibu hamil kurang gizi (Anita, 2006 dalam www.indomedia.com).

Berdasarkan presurvey yang dilakukan peneliti di Desa Bernai Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran terhadap 10 ibu yang mempunyai balita didapatkan data sebanyak 5 orang (50%) mengatakan tidak tahu tentang Posyandu mereka mengatakan jarang pergi ke Posyandu, karena mereka mengatakan sibuk dengan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga, sebanyak 3 orang (30%) mengatakan tahu tentang kegiatan Posyandu tetapi mereka jarang datang ke Posyandu dan sebanyak 2 orang (20%) mengatakan tahu tentang Posyandu dan mereka aktif mengikuti kegiatan Posyandu.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas peneliti tertarik untuk meneliti tentang ”Bagaimanakah persepsi ibu balita tentang Posyandu dan pemanfaatannya di ZZZ.

1.2  Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1.2.1        Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2003 Indonesia menduduki urutan ke-112 dari 174 negara dan hal ini tentunya erat hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
1.2.2        Di Indonesia 153.681 bayi mati setiap tahun. Itu berarti setiap harinya ada 421 orang bayi yang mati sama dengan 2 orang bayi mati setiap menit. 54% penyebab kematian bayi adalah latar belakang gizi. Kita bisa melihat data selanjutnya pada kondisi Indonesia saat ini: 27,3% balita Indonesia gizi kurang, 8% dari mereka gizi buruk, 50% balita Indonesia kekurangan vitamin A, 48,1% balita anemia gizi, 36% anak Indonesia tergolong pendek, 11,1% anak sekolah menderita gondok akibat kekurangan yodium, 50% ibu hamil kurang gizi (Anita, 2006 dalam www.indomedia.com).
1.2.3        Berdasarkan presurvey yang dilakukan peneliti di Desa Bernai Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran terhadap 10 ibu yang mempunyai balita didapatkan data sebanyak 5 orang (50%) mengatakan tidak tahu tentang Posyandu mereka mengatakan jarang pergi ke Posyandu, karena mereka mengatakan sibuk dengan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga, sebanyak 3 orang (30%) mengatakan tahu tentang kegiatan Posyandu tetapi mereka jarang datang ke Posyandu dan sebanyak 2 orang (20%) mengatakan tahu tentang Posyandu dan mereka aktif mengikuti kegiatan Posyandu.

1.3  Rumusan Masalah
Berdasarkan presurvey peneliti, didapatkan data bahwa persepsi ibu tentang posyandu masih kurang baik, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang baik terhadap pemanfaatan posyandu. Pada desa Bernai Kecamatan Tegineneng juga belum pernah dilakukan penelitian tentang persepsi ibu balita tentang posyandu dan pemanfaatannya. Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan masalah sebagai berikut: “Bagaimanakah persepsi ibu balita tentang Posyandu dan pemanfaatannya di ZZZ?

1.4  Tujuan Penelitian
1.4.1        Tujuan Umum
Mengetahui persepsi ibu balita tentang Posyandu dan pemanfaatannya di ZZZ.
1.4.2        Tujuan Khusus
1.4.2.1  Mengetahui persepsi ibu balita tentang pengertian Posyandu di ZZZ.
1.4.2.2  Mengetahui persepsi ibu balita tentang tujuan Posyandu di ZZZ.
1.4.2.3  Mengetahui persepsi ibu balita tentang sasaran Posyandu di ZZZ.
1.4.2.4  Mengetahui persepsi ibu balita tentang kegiatan Posyandu di ZZZ.
1.4.2.5  Mengetahui persepsi ibu balita tentang pelayanan kesehatan yang dilakukan Posyandu di ZZZ.
1.4.2.6  Mengetahui persepsi ibu balita tentang pemanfaatan Posyandu di ZZZ

1.5  Manfaat Penelitian
1.5.1        Bagi Ibu Balita
Sebagai masukan akan pentingnya Posyandu bagi balita sebagai upaya pemantauan kesehatan balita.
1.5.2        Bagi Kader Posyandu
Sebagai masukan untuk menambah penyuluhan tentang manfaat Posyandu.
1.5.3        Bagi Institusi Poltekkes Prodi Keperawatan ZZZ
Sebagai masukan untuk penelitian lebih lanjut.
1.5.4        Bagi Peneliti
Sebagai aplikasi ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah terutama mata ajar riset keperawatan serta peneliti ingin mengetahui persepsi ibu balita tentang Posyandu dan pemanfataannya. 

 Tersedia (Proposal Only): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg