Minggu, 11 Maret 2012

Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Tali Pusat

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Kasus tetanus banyak dijumpai di sejumlah negara tropis dan negara yang masih memiliki kondisi kesehatan rendah. Data organisasi kesehatan dunia WHO menunjukkan, kematian akibat tetanus di negara berkembang adalah 135 kali lebih tinggi dibanding negara maju. Tetanus adalah salah satu penyakit menular dan paling berisiko mengakibatkan kematian (Depkes RI, 2008).


Pada tahun 2007 jumlah kasus tetanus neonatorum di antara 8 negara ASEAN, tertinggi terjadi di Filipina dan Indonesia. Jumlah penderita di kedua negara tersebut melebihi 100 orang. Akan tetapi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, angka tertinggi kasus tetanus neonatorum terjadi di Kamboja, Indonesia justru berada di urutan ke-5. Sedangkan Singapura dan Thailand merupakan negara dengan kasus terendah, baik dari jumlah kasus maupun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Di Singapura dilaporkan tidak ada kasus tetanus neonatorum (Depkes RI, 2008)

Pola penyebab kematian di Indonesia menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematian neonatal kelompok umur 0-7 hari tertinggi adalah premature dan berat badan lahir rendah/LBW (35%), kemudian asfiksia lahir (33,6%).  Penyakit penyebab kematian neonatal kelompok umur 8-28 hari tertinggi adalah infeksi termasuk, sepsis, pneumonia, diare, tetanus neonatorum (57,1%) dan feeding problem (14,3%).
Kejadian Tetanus Neonatorum (TN) dapat dicegah dengan upaya pertolongan persalinan yang higienis ditunjang dengan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada ibu hamil. Kasus tetanus neonatorum yang terjadi di Indonesia pada tahun 2007 sebanyak 141 kasus dengan 74 orang (52,48%) meninggal.

Kasus tetanus neonatorum di Provinsi Lampung pada tahun 2007 sebanyak 12 kasus  diantaranya (75%) meninggal dunia, dan diketahui pula bahwa 10 diantaranya ditolong oleh dukun. Pada tahun 2008 didapatkan kasus TN sebanyak 26 kasus (Data Rekam Medis RSUDAM Provinsi Lampung, 2008).

Di Desa Pancawarga Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur sepanjang tahun 2007 dan 2008 ditemukan kasus kematian bayi sebanyak 3 kasus dimana 1 bayi meninggal akibat TN (33,3%) yang ditangani oleh dukun. Kemudian pada awal tahun 2009 di Desa Pancawarga terdapat 1 kasus kematian akibat TN yang juga ditolong oleh dukun. Penyebab kematian tersebut diketahui bahwa akibat adanya infeksi pada tali pusat, terlebih karena ibu melahirkan bukan dengan tenaga kesehatan melainkan oleh dukun, sehingga perawatan tali pusat tidak dilakukan.

Dari hasil pre survey yang peneliti lakukan pada awal bulan Mei 2009 diketahui bahwa ibu-ibu yang bersalin sudah diajarkan oleh bidan tentang perawatan tali pusat yang baik dan benar, namun sangat disayangkan setelah pulang dari tempat bidan ibu-ibu tersebut tidak melakukan perawatan tali pusat dengan baik dan benar yang sudah diajarkan.  Kemudian hasil pada saat yang hampir bersamaan peneliti melakukan wawancara terhadap 10 orang ibu nifas di Desa Pancawarga, dari 10 orang ibu nifas tersebut, 3 diantaranya (30%) bisa menjelaskan kembali cara perawatan tali pusat yang baik dan benar sedangkan 7 orang (70%) tidak bisa menjelaskan kembali cara perawatan tali pusat.

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Tali Pusat di RB ZZZ tahun 2009.

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah,yaitu:
1.2.1        Di Provinsi Lampung pada tahun 2007 sebanyak 12 kasus  diantaranya (75%) meninggal dunia, dan diketahui pula bahwa 10 diantaranya ditolong oleh dukun. Pada tahun 2008 didapatkan kasus TN sebanyak 26 kasus
1.2.2        Di desa Pancawarga Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur kasus TN pada tahun 2007 sebanyak 3,6%. Pada awal tahun 2009 di desa Panca warga terdapat 1 kasus kematian TN yang ditolong oleh dukun.
1.2.3        Di ketahui bahwa dari 10 orang ibu nifas yang ditemui, 3 diantaranya (30%) bisa menjelaskan kembali cara perawatan tali pusat yang baik dan benar sedangkan 7 orang (70%) tidak bisa menjelaskan kembali cara perawatan tali pusat.

1.3  Rumusan Masalah

Bagaimanakah pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat di RB ZZZ tahun 2009?

1.4  Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat di RB ZZZ tahun 2009.

1.4.2        Tujuan Khusus
1.4.2.1  Diketahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang pengertian perawatan tali pusat di RB ZZZ tahun 2009.
1.4.2.2  Diketahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang tujuan perawatan tali pusat di Desa Pancawarga Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur tahun 2009.
1.4.2.3  Diketahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang cara perawatan tali pusat di RB ZZZ tahun 2009.
1.4.2.4  Diketahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang infeksi tali pusat di RB ZZZ tahun 2009.

1.5  Manfaat Penelitian

1.5.1        Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai dokumen dan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.

1.5.2        Bagi Petugas Kesehatan
Untuk menambah wawasan bagi petugas kesehatan, khususnya bidan dalam memberikan informasi kepada ibu tentang pentingnya melakukan perawatan tali pusat pada bayi dengan baik dan benar.

1.5.3        Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat khususnya ibu-ibu nifas mengenai pentingnya pengetahuan mengenai perawatan tali pusat.

1.5.4        Bagi Penulis
Sebagai penerapan dalam mata kuliah metode penelitian dan menambah pengetahuan serta pengalaman dalam penelitian.

1.5.5        Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan awal dalam melakukan penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat, sehingga pengetahuan dan wawasan dalam bidang penelitian serta sebagai penerapan ilmu yang telah didapat selama studi.

 Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg