Selasa, 14 Februari 2012

Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Dengan Anemia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Angka kematian ibu di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini berdasarkan data penelitian world bank atau bank dunia tahun 2008 ini. Direktur Women Research Institute, Sita Ari Purnami, Selasa (12/08 ) mengatakan angka kematian ibu  dari 302/100.000 meningkat menjadi 420/100.000. Hal ini sangat memprihatinkan karena Millinium Development Goals (MDGs) menargetkan 125/100.000 dan ditargetkan tercapai pada tahun 2015. (http://trijayafmplg.wordpress.com).


Di seluruh dunia frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi, berkisar antara 10% dan 20%. Karena defisiensi makanan memegang peranan yang sangat  penting dalam timbulnya anemia maka dapat dipahami bahwa frekuensi itu lebih tinggi lagi dinegara-negara yang sedang berkembang ,dibandingkan dengan Negara-negara yang sudah maju. Menurut penyelidikan Hoo Swie Tjong freuensi anemia dalam kehamilan setinggi 18,5%  dan pada wanita hamil dengan Hb 12 gr/100 ml atau lebih sebanyak 23,6 %/100 ml, Hb rata-rata 12,3 g/100 ml dalam trimester I, 11,3 g/100 ml dalam trimester II, dan 10,8 g/100 ml dalam trimester III. Hal ini disebabkan karena pengenceran darah (Sarwono, 2005).      

Anemia merupakan masalah  yang paling sering di temukan pada wanita hamil di Indonesia angka kematian ibu karena anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi yaitu 63,5 % .Hal ini berkaiatan dengan rendahnya konsumsi pada ibu hamil terutama yang mengadung zat besi. Masalah kesehatan yang di hadapi bangsa indonesia sekarang ini adalah masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, masalah gizi dan pangan merupakan masalah yang mendasar karena secara langsung menentukan kualitas sumber daya manusia serta dapat meningkatkan derajat kesehatan kesehatan. Empat masalah gizi utama di indonesia yang belum teratasi salah satunya adalah anemia. Anemia merupakan masalah pada wanita indonesia sebagai akibat kekurangan zat besi. (http://anemia.Com). 

Profil Kesehatan Propinsi Lampung Tahun 2007 rata-rata konsumsi energi sebesar 2.081 Kkal, kemudian tahun 1999 sebesar 1.893 Kkal, tahun 2002 sebesar 2.020 Kkal. Berdasarkan laporan riskesdas tahun 2007, konsumsi energi dan protein per kapita per hari provinsi Lampung yaitu rata-rata konsumsi energi sebesar 1.375,7 kkal dan protein sebesar 47,7 gram. Berdasarkan hasil Susenas 2004 di propinsi Lampung tercatat 70,4% ibu hamil telah minum Fe. Namun demikian masih terdapat 29,6% yang tidak minum Fe selama kehamilan. Ibu hamil yang minum Fe banyak ditemukan di daerah perkotaan (77%) dibandingkan pedesaan (68,5%). Pemberian Fe kepada ibu hamil yang dianjurkan adalah minimal 90 butir selama kehamilannya dan pemberian ini biasanya diberikan secara bertahap serta paling baik diberikan pada trimester 3 (umur kandungan >7bulan).

Di Provinsi Lampung pada tahun 2007 persentase ibu hamil yang minum Fe sesuai anjuran yaitu hanya sekitar 79,43%. Pemberian Fe bagi ibu hamil merupakan upaya untuk menanggulangi kekurangan darah (anemia), karena setiap tablet Fe atau dikenal dengan nama tablet tambah darah mengandung 200 mg Sulfas Ferosus (yang setara dengan 60 mg besi elemental) dan 0,25 mg asam folat. Kedua senyawa kimia tersebut berfungsi mensuplai kebutuhan mineral Fe dan membantu metabolisme tubuh selama kehamilan.( Profil kesehatan Propinsi Lampung 2007).
Anemia atau sering disebut juga penyakit kurang darah merupakan penyakit darah yang timbul akibat masalah gizi utama yang tidak tercukupi dengan baik, terutama zat besi. Kondisi kekurangan zat besi tersebut mengakibatkan kadar hemoglobin dalam darah menjadi tidak normal. Anemia pada ibu hamil disamping disebabkan karena kemiskinan dimana asupan gizi sangat kurang, juga dapat disebabkan karena ketimpangan gender dan adanya ketidaktahuan tentang pola makan yang benar, sementara ibu hamil memerlukan banyak zat gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh pada diri dan janinnnya. (www.infoibu.com ).

Prasurvei yang di lakukan pada Bulan  April 2009 di Puskesmas ZZZ Lampung Utara didapatkan data tahun 2008 terdapat 198 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas ZZZ, ibu hamil yang mengalami anemia yaitu 105 ibu hamil (53,03% ). Sedangkan ibu hamil yang tidak mengalami anemia yaitu 93 ibu hamil (46,96 %).

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti terpacu melakukan penelitia mengenai gambaran karakteristik ibu hamil dengan anemia, hal ini di dasari masih banyaknya   angka kejadian ibu hamil dengan anemia di Puskesmas ZZZ Lampung Utara.

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah, yaitu :
1.2.1        Tinggi angka kematian ibu saat melahirkan dari 302/100.000 ibu melahirkan meningkat menjadi 420/100.000 ibu  melahirkan pada tahun 2008.
1.2.2        Anemia merupakan masalah  yang paling sering di temukan pada wanita hamil di Indonesia angka kematian ibu karena anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi yaitu  63,5 %.
1.2.3        Prasurvei yang di lakukan pada Bulan  April 2009 di Puskesmas ZZZ Lampung Utara didapatkan data tahun 2008 terdapat 198 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas ZZZ, ibu hamil yang mengalami anemia yaitu 105 ibu hamil (53,03% ). Sedangkan ibu hamil yang tidak    mengalami anemia yaitu 93 ibu hamil (46,96 %).

1.3  Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka masalahnya adalah yaitu : “Bagaimana Karakteristik Ibu hamil yang mengalami anemia di Puskesmas ZZZ tahun 2009?

1.4  Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu hamil dengan anemia di Puskesmas ZZZ tahun 2009.

1.5  Manfaat Penelitian

1.5.1        Bagi  penulis
Sebagai syarat menyelesaikan KTI dalam mata kuliah Metode Penelitian dan Menambah wawasan tentang penelitian yang berkaitan dengan upaya peningkatan kesehatan ibu hamil dengan harapan setiap ibu hamil terhindar dari anemia.


1.5.2        Bagi Puskesmas ZZZ
Hasil penelitian ini dapat di gunakan sebagai evaluasi dan untuk mengantisifasi kejadian anemia dalam kehamilan pada ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas ZZZ.

1.5.3        Bagi Institusi Pendidikan Program Studi Kebidanan ZZZ
Hasil penelitian ini di harapkan dapat di gunakan sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya dan dokumentasi untuk menambah wawasan Mahasiswa kebidanan ZZZ.

1.5.4        Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan referensi untuk peneliti - peneliti lain. 

 Tersedia (Proposal Only): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg