Kamis, 12 Januari 2012

Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Status Imunisasi Pada Bayi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar belakang
Derajat kesehatan dapat diukur dengan menggunakan berbagai indikator diantaranya adalah angka kematian bayi. Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia menunjukan kecendrungan menurun dari tahun ke tahun, pada angka kematian bayi dari 51 per 1000 kelahiran hidup menjadi 35 per 1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita (AKBA) dari 82,6 per 1000 kelahiran hidup menjadi 46 per 1000 kelahiran hidup. (Depkes, 2008 ).


Menurut para pakar imunisasi dunia, sedikitnya sebanyak 10 juta jiwa dapat diselamatkan pada tahun 2006 melalui kegiatan imunisasi, bahkan diperkirakan tahun 2015 sedikit banyaknya 70 juta jiwa anak-anak di negara miskin dapat diselamatkan dari penyakit-penyakit infeksi yang umumnya menjangkiti mereka.(Depkes, 2006). Program imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan dengan hasil guna yang sangat tinggi, namun hal ini harus didukung oleh mutu vaksin dan teknik vaksinnasi yang baik selain peranan kader dalam penggerakan masyarakat dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan, oleh karena itu dalam penyelenggaraanya diperlukan perencanaan yang cermat, kemampuan manegerial dari penyelenggaraan dan tersedianya fasilitas yang cukup memadai disamping peran serta yang tinggi dari masyarakat khususnya peran ibu-ibu balita. (Depakes RI, 1994).

Adapun tanggung jawab keluarga teutama para ibu terhadap status imunisasi pada bayi sangat memegang peranan penting sehingga diperoleh suatu manfaat terhadap keberhasilan imunisasi serta peningkatan kesehatan anak. Pemanfaatan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh komponen-komponen pendorong yang menggambarkan faktor individu secara tidak langsung berhubungan dengan berbagai faktor yaitu faktor pengetahuan ibu terhadap status lengkap imunisasi dasar pada bayi, komponen pendukung antar lain kemampun individu menggunakan pelayanan kesehatan yang diperkirakan berdasrkan pendidikan, pengetahuan, sumber pandapatan atau penghasilan.(Depkes RI, 2000)

Agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal berbagai usaha dilakukan oleh pamerintah antara lain meningkatkan pelayanan imunisasi yang merupakan salah satu bentuk tindakan preventif terhadap penyakit infeksi.(Depkes RI, 2004), diketahui bahwa lebih dari 10 juta balita meninggal tiap tahun ,dan kurang lebih 2,5 juta meninggal akibat penyakit yang dapat di cegah dengan vaksin yang kini ada maupun terbaru. Oleh karena itu sangat jelas bahwa imunisasi sangat penting untuk mengurangi seluruh kematian anak. Dalam era globalisasi dan komunikasi  tanpa batas, berdampak pada peningkatan kerentanan dalam penyebaran penyakit, membuat peran imunisasi semakin vital. (Depkes RI, 2006). Imunisasi merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan yang terdapat suatu penyakit dengan cara memasukan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan kedalam tubuh. Tujuan imunisasi secara umum yaitu memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan maksud menurunkan angka kematian dan kesakitan serta mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Hingga kini program imunisasi masih menjadi andalan dalam mengendalikan penyebaran berbagai penyakit infeksi khususnya penyakit yang banyak menjangkit anak-anak, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menurunkan angka kematian bayi dan pencegahan yang efektif adalah imunisasi, namun kecendrungan ibu jarang mengimunisasikan bayinya karena masih banyaknya ketidaktahuan tentang pentingnya imunisasi dan ketidakinginan dalam mengimunisasikan bayinya masih menjadi masalah yang berpengaruh dalam menurunkan angka kematian bayi di Indonesia. (Gianfranco Rotigliano, DPM news, 2008).

Angka kematian bayi (AKB) di Propinsi Lampung menunjukkan kecenderungan perbaikan yang cukup berarti. Perkiraan pada tahun 2000 berdasarkan proyeksi penduduk BPS menjadi 49 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2001 yaitu sebesar 41 perseribu kelahiran hidup. Dan pada tahun 2002 mengalami sedikit peningkatan yaitu 42 perseribu kelahiran hidup sedangkan tahun 2003 AKB meningkat menjadi 55 perseribu kelahiran hidup. Berdasarkan hasil proyeksi angka kematian bayi pada tahun 2005 sebesar 28 kemudian sedikit meningkat pada tahun 2006 sebesar 28,5. Hasil ini belum mencapai yang ditargetkan yaitu 42 per 1.000 KH, dan target Lampung Sehat 2010 yaitu 40 per 1.000 KH. Pada grafik dibawah ini belum representatif menggambarkan trend/kecenderungan kematian bayi di Provinsi Lampung karena sumber datanya berbeda.(Profil Kesehatan Lampung).

Keberhasilan imunisasi di Provinsi Lampung tahun 2008 adalah sebagai berikut HB-0=4,3 %  BCG =7,8%, DPT  1 =8,2 %, DPT 2 = 8,2 %, DPT 3 = 8,3 %. Polio 1 = 8,2 %, Polio 2 = 8,1 %, Polio 3 = 8,2 %, Polio 4 = 8,2%,  Campak = 8,3 %. Tingkat keberhasilan imunisasi baru mencapai 77,6% dari target 100%. (Profil Kesehatan Lampung). Di Bandar Lampung kasus kematian bayi pada tahun 2007 sebanyak 2,87 per 1.000 Kelahiran Hidup dan Angka Kematian Balita / AKABA (0-<5 tahun) sebanyak 1,54 per 1000 kelahiran hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan anak balita seperti gizi, sanitasi penyakit infeksi. (Profil Kesehatan Lampung )

Dalam imunisasi, pemberian vaksin berguna untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu, vaksin merupakan suatu obat yang diberikan untuk membantu tubuh menghasilkan anti bodi yang berfungsi melindungi terhadap penyakit. Vaksin tidak hanya menjaga agar anak tetap sehat, tetapi juga membantu membasmi penyakit yang serius yang timbul pada masa kanak-kanak, serta keuntungan perlindungan yang di berikan vaksin jauh lebih besar dari pada efek samping  yang di timbulkan.(Http:// Mypijar.Blogspot.Com / 2005). Yang dimaksud imunisasi lengkap yaitu bila bayi telah mendapatkan satu kali imunisasi BCG, 3 kali DPT, 4 kali POLIO dan 1 kali CAMPAK. Agar sasaran tersebut dapat dicapai maka pelayanan imunisasi harus dilaksanakan secara merata. Pada saat ini imunisasi dianggap sebagai salah satu cara utama yang berdaya guna dalam upaya pelangsungan hidup anak. Keberhasilan imunisasi di Bandar Lampung. dilihat dari pencapaian UCI (universal child immunization). Yang meliputi BCG, DPT 1,2,3. POLIO 1,2,3,4 . CAMPAK. Adapun cakupan yang dicapai di Bandar Lampung dari bulan januari sampai september 2008 adalah sebagai berikut  BCG = 68,0 % , DPT  1 =76,3 %,DPT 2 = 75,4 %, DPT 3 = 73,8 %. Polio 1 =  77,0 %, Polio 2 = 76,2 %,Polio 3 = 76,0 %,Polio 4 = 75,5 %.Campak = 76,5 %. Dari data yang didapat masih ada yang tidak mendapat status imunisasi lengkap sebesar 19% dari keseluruhan bayi yang ada.

Dari data yang di peroleh di Puskekmas Rawat Inap Kota Karang Teluk Betung Barat mengenai keberhasilan imunisasi  pada bulan desember 2008 meliputi BCG = 9,2 % POLIO 1 = 10,2 %, DFT/HB 1 = 10,2 %, POLIO 1 = 11,5 %, DPT/HB 2 = 11,5 %, POLIO 3 = 11,0 %, PPT/ HB 3 = 11,0 %. POLIO 4 = 10,3 %, CAMPAK = 10,7 %di ketahui dari jumlah sasaran  472 bayi di kelurahan kota karang yang masih ada yang tidak mendapat status imunisasi lengkap sebesar  16% dari seluruh bayi yang ada. Berdasarkan kajian di atas penulis bermaksud untuk melakukan penelitian tentang : Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Status Imunusasi  Pada Bayi Di Puskesmas ZZZ.

1.2.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti mengambil identifikasi masalah sebagai berikut :
1.      Di Indonesia, bahwa lebih dari 10 juta balita meninggal tiap tahun, dan kurang lebih 2,5 juta meninggal akibat penyakit yang dapat di cegah dengan vaksin yang kini ada maupun terbaru

2.      Keberhasilan imunisasi di Provinsi Lampung tahun 2008 adalah sebagai berikut HB-0=4,3 %  BCG =7,8%, DPT  1 =8,2 %, DPT 2 = 8,2 %, DPT 3 = 8,3 %. Polio 1 = 8,2 %, Polio 2 = 8,1 %, Polio 3 = 8,2 %, Polio 4 = 8,2%,  Campak = 8,3 %, keberhasilan imunisasi di provinsi Lampung baru mencapai 77.6 % dari target 100%.
3.      Di Bandar Lampung dari bulan januari sampai september 2008 adalah sebagai berikut  BCG = 68,0 % , DPT  1 =76,3 %,DPT 2 = 75,4 %, DPT 3 = 73,8 %. Polio 1 =  77,0 %, Polio 2 = 76,2 %,Polio 3 = 76,0 %,Polio 4 = 75,5 %.Campak = 76,5 %. Dari data yang didapat masih ada yang tidak mendapat status imunisasi lengkap sebesar 19% dari keseluruhan bayi yang ada.
4.      Di Puskekmas Rawat Inap Kota Karang, Teluk Betung Barat pada bulan desember 2008, bayi yang mendapat status imunisasi tidak lengkap dikelurahan kota karang sebesar 16% dari seluruh bayi yang ada.

1.3.      Perumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas, masih rendahnya status lengkapnya imunisasi di Puskesmas ZZZ, maka peneliti merumuskan masalah : “ Adakah Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Status Imunisasi Lengkap Pada Bayi di Puskesmas ZZZ  Tahun 2009 ? “

1.4.      Tujuan Penelitian
1.4.1.  Tujuan Umum
Mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap status imunisasi lengkap   pada bayi di lingkungan Puskesmas ZZZ tahun 2009 ?
1.4.2.  Tujuan Khusus
a.       Diketahui distribusi pengetahuan ibu tentang status imunisasi lengkap pada bayi  di Puskesmas ZZZ tahun  2009.
b.      Diketahui distribusi  kelengkapan imunisasi  pada bayi di Puskesmas ZZZ tahun  2009.

1.5.      Manfaat Penelitian
1.5.1.   Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai masukan dan bahan bacaan dalam memberikan sumber dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk penelitian selanjutnya di bidang kesehatan.
1.5.2.      Bagi Puskesmas
Dapat menambah masukan dalam kelancaran progam kesehatan dan indikator keberhasilan program yang diajukan oleh Dinas Kesehatan Republik Indonesia.
1.5.3.      Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengalaman berharga dan meningkatkan kemampuan dalam menganalisa permasalahan dengan mempergunakan ilmu yang telah diterima selama menempuh pendidikan DIII Kebidanan di Akademi ZZZ.

1.6.      Ruang Lingkup
Berdasarkan pada permasalahan diatas maka ruang lingkup dalam penulisan ini sebagai berikut :
Jenis Penelitian            : Analitik
Objek Penelitian          : Ibu yang mempunyai bayi .
Subyek penelitian        : Puskesmas ZZZ    
Lokasi                         : Puskesmas ZZZ.
Waktu Penelitian         : Mei 2009

 Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg