Kamis, 12 Januari 2012

Faktor-Faktor Penyebab Perdarahan Post Partum

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Menurut Depkes RI (2004) bila dibandingkan negara-negara ASEAN, AKI Indonesia menempati posisi paling tinggi. Penyebab AKI tinggi ada dua faktor penyebab, yaitu medis dan akses ke pelayanan kesehatan. Untuk mendukung MPS yang dicanangkan WHO, pemerintah melaksanakan strategi utama adalah memberi pertolongan persalinan yang diberikan tenaga kesehatan, kedua mengupayakan komplikasi dan perdarahan ibu saat mengandung dan melahirkan dapat ditangani, ketiga mengupayakan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Mengenai target menurunkan AKI menjadi 125/100.000, agaknya sulit mencapai target tersebut.

Angka Kematian Ibu (AKI) maternal bersama dan Angka Kematian Bayi (AKB) senantiasa menjadi indikator keberhasilan pembangunan pada sektor kesehatan. AKI mengacu pada jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia AKI tahun 2002 mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup Angka ini turun tahun 2007 menyebutkan bahwa AKI tahun 2007 sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. (Depkes RI, 2008).
Penyebab kematian ibu di Indonesia menurut Manuaba (1998) adalah perdarahan, infeksi, dan gestosis dimana perdarahan menjadi penyebab terbesar hingga mencapai 30-35%.
Perdarahan merupakan penyebab kematian nomor satu (40% s/d 60%) kematian ibu melahirkan di Indonesia. Insidens perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta dilaporkan berkisar 16%-17% Di RSU H. Damanhuri Barabai, selama 3 tahun (1997-1999) didapatkan 146 kasus rujukan perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta. Dari sejumlah kasus tersebut, terdapat satu kasus (0,68%) berakhir dengan kematian ibu. Menurunkan kejadian perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta tidak hanya mengurangi risiko kematian ibu, namun juga menghindarkannya dari risiko kesakitan yang berhubungan dengan perdarahan pasca persalinan, seperti reaksi tranfusi, tindakan operatif, dan infeksi. Bukti berbagai penelitian mendukung penatalaksanaan aktif kala III persalinan (setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta) dapat menurunkan risiko perdarahan pasca persalinan sampai 40% (Pribakti, 2001).
Perdarahan merupakan salah satu akibat dari terjadinya anemia saat kehamilan.  Anemia berdampak memberatkan tumbuh kembang janin dalam rahim diantaranya abortus, prematuritas, BBLR, lahir dengan anemia, mudah infeksi, pertumbuhan setelah lahir mengalami hambatan.  Untuk ibunya dapat terjadi persalinan lama, distosia yang memerlukan tindakan operatif, perdarahan post partum dan akhirnya mudah mendapatkan infeksi post partum (Manuaba, 2002).
Menurut (Mochtar, 1998) perdarahan post partum mengakibatkan perdarahan lebih 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir. Termasuk perdarahan karena retensio plasenta. Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala IV lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir.  Selain itu, frekuensi perdarahan post partum 4/5-15 % dari seluruh persalinan, secara umum perdarahan post partum disebabkan oleh  atonia uteri (50-60%), retensio plasenta (16-17%), sisa plasenta (23-24%), trauma jalan lahir (laserasi) (4-5%), dan kelainan darah (0,5-0,8%).
Dari data yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung didapatkan jumlah perdarahan post partum pada tahun 2004 sebanyak 1.897 persalinan dengan jumlah kejadian perdarahan post partum sebanyak 115 kasus (6,06%), tahun 2005 sebanyak 2.129 persalinan dengan jumlah kejadian perdarahan post partum 232 kasus (10,89%) dan jumlah persalinan pada tahun 2006 sebanyak 2.593 persalinan dengan jumlah perdarahan post partum sebanyak 190 kasus (7,32%). Pada tahun 2006 kasus perdarahan di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ adalah sebesar 96 kasus per 330 persalinan.
Melihat data tersebut di atas, maka patut diketahui apakah faktor seperti atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta dan perdarahan yang disertai trauma jalan lahir (laserasi) serta anemia merupakan faktor penyebab utama terjadinya perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ.
Berdasarkan latar belakang dan fenomena tersebut di atas, peneliti sangat tertarik untuk meneliti tentang “Faktor-faktor penyebab perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ”
1.2   Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah, yaitu:
1.2.1        Perdarahan merupakan penyebab kematian nomor satu (40% s/d 60%) kematian ibu melahirkan di Indonesia.
1.2.2        Ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perdarahan post partum seperti atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta dan perdarahan yang disertai trauma jalan lahir (laserasi) serta anemia.

1.3   Masalah dan Permasalahan

1.3.1        Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah  belum diketahuinya faktor apa saja yang menyebabkan perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ?
1.3.2        Permasalahan
1.3.2.1  Apakah atonia uteri merupakan faktor penyebab perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ
1.3.2.2  Apakah retensio plasenta merupakan faktor penyebab perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ
1.3.2.3  Apakah sisa plasenta merupakan faktor penyebab perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ
1.3.2.4  Apakah trauma jalan lahir (laserasi) merupakan faktor penyebab perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ
1.3.2.5  Apakah anemia merupakan faktor penyebab perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ

1.4  Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Penelitian ini untuk mengetahui “Faktor-faktor penyebab perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ”

1.4.2        Tujuan Khusus
1.4.2.1  Diketahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan atonia uteri di Wilayah Kerja Puskesmas Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ.
1.4.2.2  Diketahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan retensio plasenta di Wilayah Kerja Puskesmas Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ.
1.4.2.3  Diketahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan sisa plasenta di Wilayah Kerja Puskesmas Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ.
1.4.2.4  Diketahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan trauma jalan lahir (laserasi) di Wilayah Kerja Puskesmas Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ.
1.4.2.5  Diketahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan kejadian anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ.

1.5  Manfaat Penelitian

Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
1.5.1        Peneliti
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan ilmu pengetahuan tentang faktor penyebab perdarahan post partum.

1.5.2        Instansi Tempat Penelitian
Sebagai masukan dalam upaya peningkatan keberhasilan penatalaksanaan manajemen aktif kala III dan IV khususnya mengenai faktor penyebab perdarahan post partum.


1.5.3        Bagi Pembaca
Diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi tambahan serta informasi yang bermanfaat khususnya tentang perdarahan post partum.

1.6  Ruang Lingkup Penelitian

1.6.1         Jenis penelitian                    :    Deskriptif
1.6.2         Subyek yang akan diteliti   :    Data sekunder yang akan diambil dari data rekam medis (Medical Record) persalinan dengan perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ
1.6.3           Obyek penelitian                 :    Ibu post partum yang mengalami perdarahan post partum
1.6.4           Lokasi penelitian                 :    Wilayah Kerja Puskesmas ZZZ
1.6.5           Waktu                                 :    Bulan Mei 2009

 Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

1 comments:

Dede Chaniago mengatakan...

knpa gak dicantumin BAB II nya

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg