Rabu, 14 September 2011

Karakteristik Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum

BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                            
1.1   Latar Belakang
Negara-negara di Asia, termasuk Indonesia, adalah negara dimana setiap warga perempuannya memiliki kemungkinan 20-60 kali lipat dibanding negara-negara Barat dalam hal kesakitan dan kematian ibu karena persalinan. Beberapa faktor penyebabnya adalah pertama berkaitan dengan faktor pelayanan kesehatan, termasuk fasilitas yang kurang baik dan ketidakmampuan untuk menerima perlakuan yang khusus seorang ahli medis.  Faktor kedua adalah faktor reproduksi perempuan sendiri, yaitu perempuan yang terlalu muda atau terlalu tua dimana badannya tidak kuat untuk menangani persalinan.
Sedangkan faktor yang ketiga adalah sosio-ekonomi, dimana dalam faktor ini termasuk juga hal-hal seperti kemiskinan, buta huruf, kekurangan gizi dan status sosio-ekonomi perempuan yang sering rendah. Dan semua faktor ini jauh lebih sering muncul di negara berkembang dari pada di negara Barat (Rahima, 2003).
Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) menempati posisi mengkhawatirkan, yang menyebabkan AKI tinggi ada dua faktor penyebab yaitu medis dan akses ke pelayanan kesehatan. Untuk mendukung program Making Pregnancy Safer (MPS) yang dicanangkan WHO, Pemerintah melaksanakan strategi utama yaitu memberi pertolongan kehamilan dan persalinan yang diberikan tenaga kesehatan (Depkes RI, 2004).
Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat berlangsung dengan baik demi tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat dengan harapan dapat menekan AKI dan AKB.  Kehamilan dimulai dari ovulasi sampai partus yang lamanya sekitar 280 hari (40 minggu).  Ditinjau dari usia kehamilannya, kehamilan dapat dibagi dalam 3 bagian, yaitu trimester 1 (0-12 minggu), trimester II (12-28 minggu), trimester III (28-40 minggu).  Dalam 3 trimester tersebut terjadi berbagai perubahan dalam tubuh ibu. 
Pada kehamilan, selain terjadi perubahan fisiologis juga disertai perubahan psikologis. Menurut Prawihardjo (1996) selain faktor fisiologis. Psikologis memegang peranan yang tak kalah penting dalam timbulnya hiperemesis seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Hanim dkk (1996) yang meneliti tentang keadaan kecemasan dan depresi pada hiperemesis gravidarum, dengan hasil penelitian pada korelasi antara kecemasan dan hiperemesis menunjukkan korelasi positif rendah 0,273 (p<0,05) dengan koefisien positif rendah 0,342.  Dengan demikian dapat dikatakan bawa ada korelasi antara kecemasan dan depresi dengan hiperemesis gravidarum.
Menurut Wardoyo (1996) pada masa hamil wanita umumnya mengalami nausea dan vomitus yakni gejala klinis dari hiperemesis gravidarum, gejala tersebut biasanya terjadi pada kehamilan bulan ke dua sampai ke empat, muntah-muntah yang hebat akan menyebabkan dehidrasi, asidosis karena kelaparan, alkalosis karena kehilangan asam hidroklorik dan hipoka1emia.    Penyakit ini dapat menyebabkan peningkatan kadar transaminase, retensi BSP, infiltrasi lemak pada hati, ikterus jarang terjadi dan biasanya ringan Semua kelainan pada hati tersebut akan normal kembali  dengan memperbaiki keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa tubuh. 
Beberapa dampak lain dari terjadinya kondisi hiperemesis gravidarum pada wanita hamil menurut Mochtar (1998) yaitu dapat terjadi perdarahan berupa bercak pada otak, perdarahan sub endokardial pada jantung, pucat-degenerasi pada tubuli kontorti  ginjal dan kemungkinan adanya hepar pada tingkat ringan.  Penanganan yang dapat dilakukan pada kondisi tersebut salah satunya dengan cara memberikan informasi dan edukasi tentang kehamilan kepada ibu-ibu dengan maksud menghilangkan rasa takut dan menghilangkan faktor psikis.
Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan penyebabnya tidak diketahui. faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah. berat badan pendertia menurun dan terjadi dehidrasi. dehidrasi bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. jika muntah terus terjadi, bisa terjadi kerusakan hati. komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. penderita dirawat dan mendapatkan cairan, glukosa, elektrolit serta vitamin melalui infus (Nayla, 2007).
Perubahan kondisi fisik dan emosional yang kompleks, memerlukan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi, konflik antara keinginan dan kebanggaan yang tumbuh dari norma-norma sosio-kultural dan persoalan dalam keadaan kehamilan itu sendiri, dapat merupakan pencetus berbagai gangguan jiwa mulai yang ringan sampai dengan yang berat (Rahmawati, 2001).
Melalui berbagai bentuk dukungan yang diberikan keluarga sebagai jaringan sosial terdekat, diharapkan ibu hamil dapat mengatasi berbagai perubahan yang terjadi baik dari kondisi fisik maupun psikologis, sehingga keluhan-keluhan yang umumnya terjadi pada hiperemesis gravidarum dapat menimbulkan gejala yang lebih berat, sehingga jatuh dalam keadaan hiperemesis yang dapat menimbulkan keadaan yang tidak menguntungkan baik bagi ibu hamil itu sendiri maupun bagi janin yang dikandungnya.
Hiperemesis Gravidarum umumnya sembuh dengan sendirinya (self-limiting) tetapi penyembuhan berjalan lambat dan berkuang yang sering umum terjadi. Kondisi ini paling sering terjadi diantara wanita primigravida dan cenderung terjadi lagi pada kehamilan berikutnya (Bobak, 2005).
Karakteristik ibu yang mengalami hiperemisis gravidarum salah satunya adalah usia, baik usia ibu maupun usia kehamilan.  Karena faktor predisposisi terjadinya hiperemisis gravidarum terjadi pada usia ibu kurang dari 20 tahun dan pada usia kehamilan 0 – 12 minggu/trimester I.
Berdasarkan Profil Kesehatan Propinsi Lampung tahun 2004 tingginya angka kejadian emesis gravidarum pada wanita hamil yaitu 50-90%, sedangkan hiperemesis gravidarum mencapai 10-15% di Propinsi Lampung dari jumlah ibu hamil yang ada yaitu sebanyak 182.815 orang (Dinke Provinsi Lampung, 2005). 
Dari hasi pre survey yang peneliti lakukan di Ruang ZZZ pada minggu keempat bulan Desember ditemukan sebanyak 58 kasus hiperemesis gravidarum. 
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Karakteristik Ibu Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum di Ruang ZZZ”

1.2  Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan masalah, yaitu: didapatkan dari 58 orang ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum.

1.3    Masalah dan Permasalahan

1.3.1        Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruang ZZZ?

1.3.2        Permasalahan
1.      Bagaimanakah karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum berdasarkan usia di Ruang ZZZ?
2.      Bagaimanakah karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum berdasarkan pendidikan di Ruang ZZZ?
3.      Bagaimanakah karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum berdasarkan paritas di Ruang ZZZ?
4.      Bagaimanakah karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum berdasarkan pekerjaan di Ruang ZZZ?
5.      Bagaimanakah karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum berdasarkan ekonomi di Ruang ZZZ?

1.4  Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruang ZZZ.

1.4.2        Tujuan Khusus
1.      Diketahuinya distribusi frekuensi usia ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruang ZZZ.
2.      Diketahuinya distribusi frekuensi pendidikan ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruang ZZZ.
3.      Diketahuinya distribusi frekuensi paritas ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruang ZZZ.
4.      Diketahuinya distribusi frekuensi pekerjaan ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruang ZZZ.
5.      Diketahuinya distribusi frekuensi ekonomi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruang ZZZ.

1.5  Manfaat Penelitian

Dari penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkait, antara lain:
1.5.1        Bagi Institusi Pendidikan
Dapat memberikan masukan bagi institusi dan bermanfaat sebagai bahan bacaan yang berguna bagi mahasiswa. 
1.5.2        Tempat Penelitian
Sebagai bahan masukan bagi Ruang ZZZ untuk dapat lebih meningkatkan serta mengoptimalkan sistem pelayanan bagi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum.

1.6  Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan terhadap ibu-ibu hamil yang ada di Ruang ZZZ.  Adapun yang diteliti adalah karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum berdasarkan usia, pendidikan, paritas, pekerjaan dan ekonomi.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2008.

Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg