Minggu, 21 Agustus 2011

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.  Menurut the Centers for Disease Control (CDC) terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS dilaporkan per tahun.  Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3 juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini (Depkes RI, 2002).

Hampir seluruh PMS dapat diobati.  Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama.  PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan.  Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan.  Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab kematian (Manuaba, 1998). 
Berdasarkan laporan bulanan Departemen Kesehatan (Depkes), sampai bulan Juli 1999, dari 918 kasus HIV/AIDS di Indonesia didapatkan 36,1-nya adalah perempuan (Depkes-Ditjen P2MPLP, Agustus 1999). Angka kejadian beberapa macam PMS pada kaum perempuan juga cukup tinggi.  Studi di Kalimantan Selatan terhadap klien kebidanan dan kandungan mendapatkan angka prevalensi gonore 4,3% dan klamidia 7,7% (Cohen dan Zazri, 2001).
Sebelum meningkat ke upaya penanganan HIV/AIDS, upaya untuk menangani PMS secara umum perlu diperhatikan, terutama untuk ibu-ibu yang selama ini tidak punya akses ke pelayanan kesehatan untuk PMS karena adanya stigma tertentu yang membuat ibu-ibu segan mendatangi klinik penyakit kulit dan kelamin. Beberapa PMS tertentu (gonore dan klamidia) tidak menunjukkan gejala yang jelas jika terjadi pada kaum perempuan (asimptomatis) sehingga lebih sulit untuk dideteksi. Selain itu, akibat yang bisa ditimbulkan oleh adanya PMS pada kaum perempuan cukup berat, misalnya: penyakit radang panggul, kemandulan, dan jika ibu hamil bisa menular kepada bayi yang dilahirkannya (Fortney, 1995:6). Ditambah lagi, kaum perempuan lebih mudah tertular PMS dari pada kaum pria (Fox et al., 1996).
Berdasarkan data Profil Kesehatan Propinsi Lampung tahun 2005 didapatkan jumlah kasus PMS sebanyak 100 kasus, dimana 75 kasus (75%) diantaranya merupakan PMS yang disebabkan oleh sifilis dan 25 kasus (25%) disebabkan oleh  infeksi HIV/AIDS (Dinkes Provinsi Lampung, 2005). 
Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan tahun 2005 ditemukan sebanyak 26 kasus PMS, dimana 17 kasus (4,42%) disebabkan oleh syphlis dan 9 kasus (2,34%) disebabkan oleh infeksi HIV/AIDS (Dinkes Kabupaten Lampung Selatan, 2006).
Sedangkan data yang didapatkan dari Puskesmas Sidoharjo  tahun 2006 didapatkan jumlah kasus PMS sebanyak 7 kasus, dimana 2 kasus  (28,57%) disebabkan oleh candida dan 5 kasus lainnya (71,42%) disebabkan oleh gonorhoe.
Dari hasil presurvey yang peneliti lakukan di Desa Bali Nuraga diketahui bahwa sebagian besar penderita yang menderita PMS disebabkan oleh suaminya yang melakukan hubungan seksual di luar.  Hasil pengamatan terhadap 5 orang ibu yang menderita PMS didapatkan 4 diantaranya (80%) mengatakan tidak mengetahui  bahwa penyakit yang dialaminya adalah penyakit yang sangat menular, dan sisanya 1 orang (20%) mengetahui bahwa penyakit yang dialaminya adalah penyakit yang menular, namun tidak mengetahui penyebab timbulnya penyakit tersebut.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, peneliti sangat tertarik untuk meneliti tentang “gambaran pengetahuan ibu tentang PMS di zzz”.

1.2    Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah, yaitu:
1.2.1        Diketahui bahwa akibat yang dapat ditimbulkan oleh adanya PMS pada kaum perempuan yaitu penyakit radang panggul, kemandulan, dan jika ibu hamil bisa menular kepada bayi yang dilahirkannya
1.2.2        Ditemukan sebanyak 100 kasus PMS pada tahun 2005 di Propinsi Lampung, dimana 75 kasus (75%) diantaranya merupakan PMS yang disebabkan oleh sifilis dan 25 lainnya (25%) disebabkan oleh  HIV/AIDS.
1.2.3        Ditemukan sebanyak 26 kasus PMS di Kabupaten Lampung Selatan, dimana 17 kasus (4,42%) disebabkan oleh syphlis dan 9 kasus (2,34%) disebabkan oleh infeksi HIV/AIDS.
1.2.4        Ditemukan 7 kasus PMS di Puskesmas Sidoharjo, dimana 2 kasus  (28,57%) disebabkan oleh candida dan 5 kasus lainnya (71,42%) disebabkan oleh gonorhoe.
1.2.5        Didapatkan bahwa sebagian besar ibu yang menderita PMS tidak mengetahui bahwa penyakit yang dialaminya adalah penyakit yang menular.

1.3    Masalah dan Permasalahan

1.3.1        Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya kasus PMS di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan.

1.3.2        Permasalahan
1.3.2.1  Bagaimanakah pengetahuan ibu tentang PMS di Zzz berdasarkan pengertian PMS?
1.3.2.2  Bagaimanakah pengetahuan ibu tentang PMS di Zzz berdasarkan penyebab PMS?
1.3.2.3           Bagaimanakah pengetahuan ibu tentang PMS di Zzz berdasarkan akibat yang ditimbulkan PMS?
1.3.2.4  Bagaimanakah pengetahuan ibu tentang PMS di Zzz berdasarkan pencegahan PMS?

1.4  Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Penelitian ini untuk mengetahui “Gambaran pengetahuan ibu tentang PMS di zzz”.

1.4.2        Tujuan Khusus
1.4.2.1  Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pengertian PMS
1.4.2.2  Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyebab PMS
1.4.2.3  Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang akibat yang ditimbulkan PMS
1.4.2.4  Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pencegahan PM

1.5   Manfaat Penelitian

Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
1.5.1        Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai sumber referensi, sumber bacaan, dan bahan pelajaran terutama yang berkaitan dengan pengetahuan tentang PMS.

1.5.2        Bagi Lahan Penelitian
Sebagai sumbangan pemikiran dan sebagai bahan evaluasi untuk gambaran pengetahuan ibu tentang PMS.

1.5.3        Bagi Ibu
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman ibu tentang PMS.
1.5.4        Bagi Penulis
Sebagai penerapan dalam mata kuliah metode penelitian dan menambah pengetahuan serta pengalaman dalam penelitian.

1.6    Ruang Lingkup Penelitian

1.6.1           Jenis Penelitian                     :    Deskriptif
1.6.2           Subyek Penelitian                 :    Pengetahuan ibu tentang penyakit PMS
1.6.3           Obyek Penelitian                  :    Ibu-ibu atau Pasangan Usia Subur (PUS)
1.6.4           Lokasi Penelitian                  :    Zzz
1.6.5           Waktu Penelitian                  :    Mei – Juni 2008

 Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg