Jumat, 05 Agustus 2011

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Standar Pelayanan Antenatal

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Setiap tahun, lebih dari 500.000 wanita di negara berkembang meninggal akibat kehamilannya, di samping berjuta-juta wanita hamil mengalami komplikasi kehamilan yang berat.  Selain itu terjadi 7 juta kematian perinatal sebagai akibat gangguan kesehatan ibu pada masa kehamilannya atau akibat proses persalinan (Depkes RI, 1999).

Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (2004) penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yang saat ini mencapai 307 per 100 ribu kelahiran hidup atau setiap dua jam terdapat seorang ibu hamil meninggal, karena pengetahuan masyarakat tentang kesehatan rendah dan kekurangan tenaga medis di daerah, selain itu penyebab terbanyak lainnya adalah kematian ibu dan bayi baru lahir karena komplikasi yang tidak tertangani dengan baik. Diperkirakan sekitar 15 persen dari jumlah ibu hamil akan mengalami komplikasi yang mengancam jiwa atau sekitar 800.000 jiwa.  Dari data Ditjen Yanmedik diketahui hanya 22 persen dari jumlah ibu hamil dengan komplikasi dapat ditangani di rumah sakit.
Badan Kesehatan Dunia (WHO, 2004) menyatakan bahwa salah satu upaya intervensi yang efektif untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di sektor kesehatan adalah perbaikan kualitas pelayanan antenatal termasuk deteksi dan manajemen anemia, pencegahan malaria, pengobatan infeksi cacing, penanganan hipertensi, skrining infeksi penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta pemberian imunisasi tetanus toxoid dimana upaya ini dapat memberikan kontribusi penurunan AKI dan AKB lebih kurang 10%.
Untuk mendapatkan ibu hamil yang sehat atau normal, dapat dilakukan dengan cara memberikan pelayanan antenatal pada ibu hamil yang sehat atau normal, dilakukan dengan cara memberikan pelayanan antenatal pada ibu hamil dengan standar 7T yaitu: 1) Timbang berat badan, 2) ukur Tekanan darah, 3) ukur Tinggi fundus uteri, 4) Pemberian Tablet Fe, 5) Imunisasi Tetanus Toxoid lengkap, 6) Tes terhadap penyakit menular seksual dan 7) Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan (Winkjosastro, 2002).
Cakupan pelayanan antenatal dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil (K1) dan pelayanan ibu hamil sesuai standar paling sedikit empat kali dengan distribusi sekali pada triwulan pertama, sekali pada triwulan dua dan dua kali pada triwulan ketiga (K4) (Andryansyah, et.all, 2005).
Secara nasional jumlah cakupan K4 pada tahun 2005 cukup meningkat yakni 69,25% dari target 75% dibandingkan dengan delapan tahun sebelumnya yang berjumlah 65,72%. Namun jumlah tersebut belum menggembirakan kendati jumlah tenaga kesehatan pelayanan antenatal terus bertambah. Sementara di Propinsi Lampung jumlah cakupan K4 pada tahun 2005 sebanyak 142.751 kunjungan (79,41%) dari target yang diharapkan sebesar 179.768 kunjungan 86%.  Ini berarti masih jauh dari yang diharapkan (Depkes RI, 2006).
Pada tahun yang sama jumlah cakupan K4 di Kabupaten Lampung Selatan baru tercapai hingga 16.339 kunjungan (80,03%) dari target yang diharapkan sebesar 20.416 kunjungan.  Jumlah cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan berjumlah 13.261 dari target yang diharapkan 17.690 (74,96%) dan kunjungan ibu hamil resiko tinggi 529 dari target 1.247 (42,42%). 
Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan tahun 2006 cakupan K.1 dan K4 dalam kurun waktu 5 tahun (2002-2006) mengalami fluktuasi, dimana dari data yang diperoleh diketahui bahwa angka cakupan K4 Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2006 masih di bawah target.  Dimana dari 32 Puskesmas cakupan baru mencapai (71,87%) yang berarti cakupan K4 masih di bawah target 88%.  Pada tahun 2006 cakupan terendah di Puskesmas Kedondong yaitu 68%, Puskesmas Hanura 70%, Puskesmas Bakauheni 71%, Puskesmas Bangun Rejo 72% dan Puskesmas Sidoharjo 73% (Dinkes Kabupaten Lampung Selatan, 2007).
Dari hasil pre survey yang peneliti lakukan di Wilayah kerja Puskesmas ZZZ pada minggu pertama dan kedua bulan Desember didapatkan sebanyak 15 orang ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal.  Dari 15 orang ibu hamil tersebut 10 orang diantaranya mendapat pelayanan antenatal dengan 5T (66,7%), sedangkan sisanya 5 orang hanya mendapatkan pelayanan antenatal dengan 4T (33,3%).  Dengan fasilitas pelayanan yang telah didapatkan tidak ada keluhan dari konsumen meskipun pelayanan berbeda-beda.  Hal ini dimungkinkan ibu hamil tersebut tidak tahu/tidak memahami apa yang semestinya ia dapatkan.
Berdasarkan latar belakang dan fenomena tersebut di atas, peneliti sangat tertarik untuk meneliti tentang “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang  Standar Pelayanan Antenatal di ZZZ
1.2  Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah, yaitu:
1.      Diperoleh 10 dari 15 orang ibu hamil (66,7%) mendapatkan pelayanan antenatal mencakup 5T, sedangkan 5 orang (33,3%) lainnya hanya mendapatkan pelayanan 4T.
2.      Tidak ada keluhan yang dikeluhkan oleh ibu hamil meskipun pelayanan yang diberikan berbeda-beda.

1.3    Masalah dan Permasalahan

1.3.1        Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah pelayanan antenatal belum sesuai standar 7T, dimana 66,7% ibu hamil dilayani secara 5T dan 33,3% diberikan pelayanan 4T.
1.3.2        Permasalahan
1.3.2.1  Bagaimanakah pengetahuan ibu hamil tentang pelayanan Antenatal di ZZZ?
1.3.2.2  Bagaimanakah sikap ibu hamil tentang pelayanan Antenatal di ZZZ?

1.4  Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang standar pelayanan antenatal di ZZZ.

1.4.2        Tujuan Khusus
1.4.2.1  Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pelayanan Antenatal di ZZZ.
1.4.2.2  Diketahuinya gambaran sikap ibu hamil tentang pelayanan Antenatal di ZZZ.

1.5   Manfaat Penelitian
Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
1.5.1        Puskesmas ZZZ
Sebagai bahan pembinaan untuk bidan di Wilayah kerjanya.
1.5.2        Bidan
Sebagai referensi atas data yang telah ada, untuk mengkaji dan mengembangkan diri dalam memberikan pelayanan secara profesional.
1.5.3        Prodi Kebidanan Poltekkes Tanjung Karang
Sebagai sumber bacaan di Instansi Politeknik Kesehatan Tanjungkarang dan manjadi bahan atau data dasar bagi penelitian lebih lanjut

1.5.4        Masyarakat
Mengupayakan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu hamil agar dapat mengerti tentang pentingnya melakukan kunjungan dan pemeriksaan kesehatan pada saat hamil baik dari trimester I hingga ke-III agar memperoleh pelayanan sesuai dengan 7-T.
1.5.5        Peneliti Lain
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dasar /acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

1.6    Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan terhadap ibu-ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal. Adapun yang diteliti adalah pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang standar pelayanan antenatal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2008.

 Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg