Minggu, 24 Juli 2011

Hubungan Pelaksanaan Asuhan Sayang Ibu Terhadap Proses Persalinan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Pada dasawarsa terakhir ini, dunia internasional nampaknya benar-benar terguncang. Jika setiap tahun hampir sekitar setengah juta warga dunia harus menemui ajalnya karena persalinan. Dan nampaknya hal ini menarik perhatian yang cukup besar sehingga dilakukannya berbagai usaha untuk menanggulangi masalah kematian ibu ini. Usaha tersebut terlihat dari beberapa program yang dilaksanakan oleh organisasi internasional misalnya program menciptakan kehamilan yang lebih aman (making pregnancy safer program) yang dilaksanakan oleh World Health Organization (WHO), atau program gerakan sayang ibu (safe motherhood program) yang dilaksanakan oleh Indonesia sebagai salah satu rekomendasi dari konferensi internasional di Mesir, Kairo tahun 1994. Selain usaha-usaha tersebut, ada pula beberapa konferensi internasional yang juga bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) seperti International Conference on Population and Development, di Kairo, 1994 dan The World Conference on Women, di Beijing, 1995 (www.rahima.or.id, 2003).

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2002/2003 adalah sebesar 307/100 ribu kelahiran hidup (SDKI, 2002/2003). Angka tersebut telah mengalami penurunan pada tehun 2005 menjadi 290,8/ 100 ribu kelahiran hidup (Depatemen Kesehatan RI, 2005). Target yang diharapkan pada tahun 2010 adalah angka kematian ibu (AKI) menjadi 125/100 ribu kelahiran hidup melalui pelaksanaan MPS (Making Pregnancy Safer) dengan salah satu pesan kunci yaitu setiap persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih (Depkes RI, 2007).
Faktor penyebab terjadinya kematian ibu di Lampung berturut-turut disebabkan karena perdarahan (36%), eklamsia atau keracunan kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah pada ibu hamil sebelum atau sesudah persalinan (24%) dan infeksi (11%) (Profil Kesehatan Lampung, 2006).
Asuhan sayang ibu sebagai salah satu aspek dari 5 benang merah sangat membantu ibu agar merasa aman dan nyaman selama proses persalinan.  Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya, kepercayaan, dan keinginan ibu (Waspodo, Djoko, dkk. 2007).  Asuhan sayang ibu selama proses persalinan mencakup asuhan yang diberikan kepada ibu yang dimulai sejak kala I hingga kala IV.  Pelaksanaan asuhan sayang ibu yang mendasar atau menjadi prinsip dalam pemberian asuhan sayang ibu dalam proses persalinan meliputi pemberian dukungan emosional, pemberian cairan dan nutrisi, keleluasaan untuk miksi dan defekasi, serta pencegahan infeksi. Semua hal tersebut digunakan sebagai antisipasi untuk menghindari terjadinya partus lama, partus tidak maju dan partus yang dirujuk.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu tidak mau meminta pertolongan tenaga penolong persalinan terlatih untuk memberikan asuhan selama persalinan dan kelahiran bayi dengan alasan, bahwa tenaga penolong tersebut tidak benar-benar memperhatikan kebutuhan/kebudayaan, tradisi, dan keinginan pribadi para ibu dalam persalinan dan kelahiran bayi.  Alasan lain yang juga berperan adalah bahwa sebagian besar fasilitas kesehatan memiliki peraturan dan prosedur kurang bersahabat dan menakutkan bagi para ibu.  Peraturan dan prosedur tersebut termasuk; tidak memperkenankan ibu untuk berjalan-jalan sebelum dilakukan proses persalinan, tidak mengizinkan anggota keluarga menemani ibu, membatasi ibu hanya pada posisi tertentu selama persalinan dan kelahiran bayi dan memisahkan ibu dari bayi segera setelah bayi dilahirkan (Waspodo, Djoko, dkk. 2007).
Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa jika para ibu diperhatikan dan diberi dukungan selama persalinan dan kelahiran bayi serta mengetahui dengan baik mengenai proses persalinan dan asuhan yang akan mereka terima, mereka akan mendapatkan rasa aman dan keluaran yang lebih baik (Enkin, et. all, 2000).
Berdasarkan pengalaman yang peneliti lakukan sebelum diterapkan pelatihan APN hampir sebagian besar persalinan yang dilakukan menyiksa ibu pada saat mendekati persalinan.  Ini dilihat dari hasil pengamatan peneliti pada bulan Juli 2005 dimana dari 10 orang yang dilakukan persalinan tanpa asuhan sayang ibu didapatkan 7 orang (70%) mengatakan merasa takut, cemas dan khawatir, 2 orang (20%) mengatakan persalinan terasa lebih lama dan jenuh dan 1 orang mengatakan biasa-biasa saja tidak ada masalah.  Dari 10 orang ibu tersebut diketahui pula bahwa 6 orang (60%) dengan persalinan lama, 4 orang (40%) dengan persalinan dirujuk dan dilakukan tindakan 2 orang dengan vakum dan 2 orang lainnya dengan SC.  Sementara setelah peneliti menerapkan APN yaitu sejak bulan Juli 2006 didapatkan hasil bahwa ibu merasa tenang, kekhawatiran yang berkurang dalam menghadapi persalinan.  Ini dilihat dari hasil survey yang peneliti lakukan bahwa dari 10 orang ibu dengan  asuhan sayang ibu 8 orang (80%) diantaranya mengatakan merasa lebih aman, nyaman, serta rasa takut, cemas dan khawatir yang berkurang, sedangkan 2 orang lainnya mengakatakan biasa saja meskipun proses persalinan telah diberikan dengan asuhan sayang ibu.  Dari 10 orang ibu tersebut diketahui pula bahwa 2 orang diantaranya dengan persalinan lama dan persalinan yang tidak dirujuk.
Berdasarkan latar belakang dan fenomena tersebut di atas, peneliti sangat tertarik untuk meneliti tentang “Hubungan Pelaksanaan Asuhan Sayang Ibu Terhadap Proses Persalinan ZZZ Tahun 2007”

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah, yaitu:
1.      Faktor penyebab terjadinya kematian ibu di Lampung berturut-turut disebabkan karena perdarahan (36%).
2.      Masih ditemukan kasus kematian ibu melahirkan akibat perdarahan di Kabupaten Tanggamus berjumlah 6 kasus.
3.      Didapatkan 15 kasus bumil dengan faktor resiko dari target yang diharapkan 76 kasus (19,7%) dan 8 kasus bumik resti dari target 53 kasus (10,5%).
4.      Diketahui bahwa terdapat perbedaan dalam poses persalinan antara sebelum dan sesudah penerapan APN khususnya asuhan sayang ibu.


1.3    Masalah dan Permasalahan

1.3.1        Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya apakah terdapat hubungan antara pelaksanaan asuhan sayang ibu terhadap proses persalinan di ZZZ tahun 2007.

1.3.2        Permasalahan
1.3.2.1  Apakah terdapat hubungan antara dukungan emosional terhadap proses persalinan di ZZZ
1.3.2.2  Apakah terdapat hubungan antara asupan cairan dan nutrisi terhadap proses persalinan di ZZZ
1.3.2.3  Apakah terdapat hubungan antara keleluasan untuk miksi dan defekasi terhadap proses persalinan di ZZZ
1.3.2.4  Apakah terdapat hubungan antara pencegahan infeksi terhadap proses persalinan di ZZZ

1.4   Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Penelitian ini untuk mengetahui “Hubungan Pelaksanaan Asuhan Sayang Ibu Terhadap Proses Persalinan ZZZ Tahun 2007”

1.4.2        Tujuan Khusus
1.4.2.1  Untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional terhadap proses persalinan ZZZ
1.4.2.2  Untuk mengetahui hubungan antara asupan cairan dan nutrisi terhadap proses persalinan ZZZ
1.4.2.3  Untuk mengetahui hubungan antara keleluasan untuk miksi dan defekasi terhadap proses persalinan ZZZ
1.4.2.4  Untuk mengetahui hubungan antara pencegahan infeksi terhadap proses persalinan ZZZ


1.5   Manfaat Penelitian

Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
1.5.1        Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai dokumen dan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.
1.5.2        Bagi Petugas Kesehatan
Untuk menambah wawasan bagi petugas kesehatan, khususnya bidan sebagai penolong persalinan tentang asuhan sayang ibu agar angka kejadian perdarahan, infeksi dan partus lama dapat dikurangi.
1.5.3        Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat mengenai peneapan asuhan sayang ibu.
1.5.4        Bagi Penulis
Sebagai penerapan dalam mata kuliah metode penelitian dan menambah pengetahuan serta pengalaman dalam penelitian.
1.5.5        Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan awal dalam melakukan penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan asuhan sayang ibu, sehingga pengetahuan dan wawasan dalam bidang penelitian serta sebagai penerapan ilmu yang telah didapat selama studi.


1.6    Ruang Lingkup Penelitian

1.6.1           Jenis Penelitian                   :    Analisa Korelasi
1.6.2           Pokok Penelitian                 :    Hubungan Pelaksanaan Asuhan Sayang Ibu Terhadap Proses Persalinan
1.6.3           Sasaran Penelitian               :    Bidan ZZZ
1.6.4           Lokasi Penelitian                :    ZZZ
1.6.5           Waktu Penelitian                :    September – Oktober 2007

Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg