Minggu, 26 Juni 2011

FAKTOR PENYEBAB PERDARAHAN POST PARTUM DI RUANG ZZZ RS ZZZ

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Make Every Mother And Child Count (Ibu Sehat, Anak Sehat Setiap Saat) sebagai satu slogan dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) dalam menyambut hari kesehatan se-dunia tanggal 7 April 2005. Slogan ini menunjukkan betapa sudah mendesaknya penanganan masalah kesehatan ibu dan anak di banyak negara di dunia. Meskipun kehamilan dan persalinan sebagai salah satu penyebab utama kematian perempuan usia reproduktif, sebagian besar negara berkembang belum menganggap masalah kesehatan ibu hamil dan bersalin sebagai masalah prioritas. Saat ini, Badan Kesehatan Dunia mengajak semua negara memberikan prioritas terhadap penanganan masalah kesehatan ibu dan anak (www.ui.edu/indonesia, 2005).


Negara-negara di Asia, termasuk Indonesia, adalah negara dimana setiap warga perempuannya memiliki kemungkinan 20-60 kali lipat dibanding negara-negara Barat dalam hal kematian ibu karena persalinan. Beberapa faktor penyebabnya adalah pertama berkaitan dengan faktor pelayanan kesehatan, termasuk fasilitas yang kurang baik dan ketidakmampuan untuk menerima perlakukan yang khusus oleh seorang ahli medis. Faktor kedua adalah faktor reproduksi perempuan sendiri, yaitu perempuan yang terlalu muda atau terlalu tua dimana badannya tidak kuat untuk menangani persalinan. Sedangkan faktor yang ketiga adalah sosio-ekonomi, dimana dalam faktor ini termasuk juga hal-hal seperti kemiskinan, buta huruf, kekurangan gizi dan status sosio-ekonomi perempuan yang sering rendah. Dan semua faktor ini jauh lebih sering muncul di negara berkembang dari pada di negara Barat (www.rahima.or.id, 2003).

Menurut Depkes RI (2004) Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia berjumlah 307/100.000 kelahiran ibu. Bila dibandingkan negara-negara Asean, AKI Indonesia menempati posisi paling tinggi. Penyebab AKI tinggi ada dua faktor penyebab yaitu medis dan akses ke pelayanan kesehatan. Untuk mendukung MPS yang dicanangkan WHO, Pemerintah melaksanakan strategi utama adalah memberi pertolongan persalinan yang diberikan tenaga kesehatan, kedua mengupayakan komplikasi dan perdarahan Ibu saat mengandung dan melahirkan dapat ditangani, ketiga mengupayakan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Mengenai target menurunkan AKI menjadi 125/100.000, agaknya sulit mencapai target tersebut.

Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, seperti halnya di negara lain adalah “TRIAS KLASIK” yang meliputi; perdarahan, infeksi dan pre-eklampsia.  Perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama (A.B. Saifudin, 2002:3).

Menurut (Mochtar, 1998) perdarahan post partum mengakibatkan perdarahan lebih 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir. Termasuk perdarahan karena retensio plasenta. Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala IV lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir.  Selain itu frekuensi perdarahan post partum 4/5-15 % dari seluruh persalinan, secara umum perdarahan post partum disebabkan oleh  atonia uteri (50-60%), retensio plasenta (16-17%), sisa plasenta (23-24%), laserasi jalan lahir (4-5%), dan kelainan darah (0,5-0,8%).

Perdarahan merupakan penyebab kematian nomor satu (40% s/d 60%) kematian ibu melahirkan di Indonesia. Insidens perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta dilaporkan berkisar 16%--17% Di RSU H. Damanhuri Barabai, selama 3 tahun (1997-1999) didapatkan 146 kasus rujukan perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta. Dari sejumlah kasus tersebut, terdapat satu kasus (0,68%) berakhir dengan kematian ibu. Menurunkan kejadian perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta tidak hanya mengurangi risiko kematian ibu, namun juga menghindarkannya dari risiko kesakitan yang berhubungan dengan perdarahan pasca persalinan, seperti reaksi tranfusi, tindakan operatif, dan infeksi. Bukti berbagai penelitian mendukung penatalaksanaan aktif kala III persalinan (setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta) dapat menurunkan risiko perdarahan pasca persalinan sampai 40% (Pribakti, 2001).

Berdasarkan hasil pre-survey yang peneliti lakukan ZZZ pada minggu ke-4 bulan Januari 2007 didapatkan jumlah perdarahan post partum pada tahun 2004 sebanyak 1897 persalinan dengan jumlah kejadian perdarahan post partum sebanyak 115 kasus, tahun 2005 sebanyak 2129 persalinan dengan jumlah kejadian perdarahan post partum 232 kasus dan jumlah persalinan pada tahun 2006 sebanyak 2593 persalinan dengan jumlah perdarahan post partum sebanyak 190 kasus.

Melihat data tersebut di atas, maka patut diketahui apakah faktor seperti atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta dan perdarahan yang disertai laserasi pada jalan lahir merupakan faktor penyebab utama terjadinya perdarahan post partum.

Berdasarkan latar belakang dan fenomena tersebut di atas, peneliti sangat tertarik untuk meneliti tentang “faktor penyebab perdarahan post partum di ZZZ”

1.2   Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka identifikasi masalah adalah sebagai berikut: 
1.      Perdarahan merupakan penyebab kematian nomor satu (40% s/d 60%) kematian ibu melahirkan di Indonesia.
2.      Ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perdarahan post partum seperti atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta dan perdarahan yang disertai laserasi pada jalan lahir.
3.      Adanya peningkatan kejadian perdarahan post partum di ZZZ dari tahun 2004 – 2006.




1.3   Masalah dan Permasalahan

1.3.1        Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah “masih tingginya kasus perdarahan post partum di ZZZ”.
1.3.2        Permasalahan
Dari masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah: “apa sajakah faktor penyebab perdarahan post partum di ZZZ”.

1.4   Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor penyebab perdarahan post partum di ZZZ tahun 2004 – 2006.

1.4.2        Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan atonia uteri di Ruang Delima
2.      Untuk mengetahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan retensio plasenta di Ruang Delima
3.      Untuk mengetahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan sisa plasenta di Ruang Delima
4.      Untuk mengetahui jumlah faktor penyebab perdarahan post partum berdasarkan laserasi jalan lahir di Ruang Delima
1.5   Manfaat Penelitian

1.5.1        Manfaat Penelitian
Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
1.      Peneliti
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan ilmu pengetahuan tentang faktor penyebab perdarahan post partum.
2.      Instansi Tempat Penelitian
Sebagai masukan dalam upaya peningkatan keberhasilan penatalaksanaan manajemen aktif kala III dan IV khususnya mengenai faktor penyebab perdarahan post partum.
3.      Bagi Pembaca
Diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi tambahan serta informasi yang bermanfaat khususnya tentang perdarahan post partum.

1.6  Ruang Lingkup Penelitian

1.     Jenis penelitian                    :      Deskriptif
2.     Subyek yang akan diteliti   :      Ibu post partum yang ada di ZZZ
3.     Obyek penelitian                 :      Faktor penyebab perdarahan post partum
4.     Lokasi penelitian                 :      Ruang Delima ZZZ
5.     Waktu                                 :      April s/d Juli tahun 2007

Tersedia (Full Version): Pesan Sekarang

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg