Selasa, 30 Juni 2009

Penelitian Cross Sectional

Menurut Budiarto (2003) Penelitian kedokteran dan penelitian epidemiologi dapat dilakukan dengan mengikuti proses perjalanan penyakit secara prospektif atau secara retrospektif untuk mencari hubungan sebab akibat.


Di samping itu, penelitian kedokteran juga dapat dilakukan tanpa mengikuti perjalanan penyakit, tetapi dilakukan penggunaan sesaat atau dalam suatu periode tertentu dan setiap subjek studi hanya dilakukan satu kali pengamatan selama penelitian.

Pengamatan demikian seolah-olah merupakan suatu penampang melintang dan disebut penelitian cross sectional atau transveral. Rancangan penelitian yang dapat dilakukan dengan pendekatan cross sectional diantaranya adalah penelitian eksploratif, penelitian deskriptif, dan dalam hal-hal tertentu, penelitian analitik.

Pada umumnya, penelitian cross sectional disebut juga studi prevalensi dengan tujuan mengadakan deskripsi subjek studi seperti pada penelitian dekriptif murni atau mengadakan penelusuran seperti pada penelitian eksploratif. Dalam hal-hal tertentu, penelitian dengan pendekatan cross sectional dapat digunakan untuk penelitian analitik.

Dalam epidemiologi penelitian cross sectional yang bersifat analitis dapat digunakan untuk menentukan besarnya risiko relatif, risiko atribut atau population attributable risk (PAR), dan hubungan sebab akibat.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian cross sectional merupakan peralihan antara penelitian deskriptif murni dan penelitian analitik.

Sumber: Budiarto, Eko. Metodologi Penelitian Kedokteran. EGC. Jakarta. 2003.

0 comments:

Poskan Komentar

ryan75800's Profile on Ping.sg