Minggu, 23 Februari 2014

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) (1909)

BAB  I
PENDAHULUAN

       
A.    Latar Belakang 
Pemerintah dalam usahanya mempertinggi derajat kesehatan rakyatnya membuat UU Pokok Kesehatan No. 99 tahun 1960. Salah satu indikator yang digunakan dalam menilai derajat kesehatan adalah Angka Kematian Bayi (AKB), sehingga pemerintah menyelenggarakan program pencegahan dan pemberantasan penyakit dimana imunisasi merupakan salah satu cara pelaksanan program tersebut (Depkes RI, 2002).

Karakteristik Ibu Hamil Yang Melakukan Imunisasi TT (1908)

BAB I
PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Indikator dalam mengukur derajat kesehatan masyarakat diantaranya adalah Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Hal ini disebabkan karena ibu dan bayi merupakan kelompok yang mempunyai tingkat kerentanan yang besar terhadap penyakit dan kematian. Dalam rencana Strategi Nasional Makin Pregnancy Safer (MPS), target dari dampak kesehatan untuk bayi baru lahir adalah menurunkan angka kematian neonatal dari 25 per 1000 kelahiran hidup (tahun 2001) menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup. Hasil Survei Demograsi Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di Indonesia kematian neonatal kelompok umur 8-28 hari tertinggi adalah infeksi sebesar 57,1% (termasuk tetanus, sepsis, pneumonia, diare) proporsi kematian karena tetanus neonaturum yaitu 9,5% (Depkes RI, 2005).

Karakteristik Ibu Bersalin dengan Pre-eklamsi Berat (1907)

BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Dalam pelayanan obstetrik selain Angka Kematian Maternal (AKM) terdapat Anka Kematian Perinatal (AKP) yang dapat digunakan sebagai paremater keberhasila pelayanan. Di negara-negara maju yang telah berhasil menurukan AKM, menganggap AKP merupakan parameter yang lebih baik dan lebih peka untuk menilai kualitas pelayanan kebidanan. Hal ini mengingatkan kesehatan dan keselamatan janin dalam rahim sangat tergantung pada keadaan serta kesempurnaan bekerjanya sistem dalam tubuh ibu, yang mempunyai fungsi untuk menumbuhkanh hasil konsepsi dari mudigah menjadi janin yang cukup bulan.

Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) (1906)

BAB  I
PENDAHULUAN

       
A.    Latar Belakang 
Pemerintah dalam usahanya mempertinggi derajat kesehatan rakyatnya membuat UU Pokok Kesehatan No. 99 tahun 1960. Salah satu indikator yang digunakan dalam menilai derajat kesehatan adalah Angka Kematian Bayi (AKB), sehingga pemerintah menyelenggarakan program pencegahan dan pemberantasan penyakit dimana imunisasi merupakan salah satu cara pelaksanan program tersebut.

Gambaran ibu tentang Makanan Pendamping ASI pada bayi usia 6 - 12 bulan (1905)

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Makanan bayi yang utama adalah air susu ibu (ASI) karena ASI mengandung hampir semua zat gizi dengan komposisi sesuai kebutuhan bayi khususnya usia 0 – 6 bulan. Di samping dapat memenuhi gizi bayi, juga memenuhi sejumlah keunggulan untuk memiliki zat kekebalan. Untuk melindungi bahaya penyakit infeksi, higyenis selalu tersedia setiap saat dan dengan suhu yang tepat, ekonomis dan memberikan kehangatan secara psikologis antara ibu dan bayi. (www.kbi.gemari.or.id,2007).

Karakteritik Ibu Bersalin Dengan Sectio Caesarea (1904)


BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                            
A.    Latar Belakang
Pada masa lalu melahirkan dengan bedah sesarea menjadi momok yang menakutkan karena beresiko kematian. Oleh karena itu, operasi hanya dilakukan jika persalinan normal dapat membahayakan ibu maupun janinnya. Namun, seiring dengan perjalanan waktu serta berkembangnya kecanggihan dalam bidang ilmu kedokteran kebidanan, pandangan tersebut tergeser. Tehnik serta anastesi operasi sesarea semakin disempurnakan dengan ahlinya. Kini bedah sesarea kadang menjadi alternatif persalinan tanpa pertimbangan medis bahkan, bagi sekelompok orang operasi sesarea dianggap sebagai persalinan yang mudah dan nyaman. Anggapan ini membuat orang beranggapan memilih persalinan  dengan cara ini dari pada alami, meskipun tanpa indikasi medis (Depkes RI, 2004).

Jumat, 21 Februari 2014

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Memberikan PASI Pada Bayi Usia 6-12 Bulan (1903)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Pada mulanya WHO (Word Health Organization) mengajurkan pemberian ASI sampai batas umur 4 bulan, tetapi UNICEF menganjurkan pemberian ASI sampai 6 bulan. Kemudian Indonesia mengikuti anjuran UNICEF dan WHO dengan mengajurkan ASI – bayi umur 6 bulan. (SKRT, 2001).
ryan75800's Profile on Ping.sg